Sunday, November 6, 2011

Vote Komodo Gak, Yaa

Baca berbagai berita yang beredar dan opini para pejabat pasti bikin kita bingung, ya. Iyalah, si A bilang begini dengan memberikan bukti-bukti yang sangat meyakinkan. Ehhh, dibalas oleh si B dengan bukti yang enggak kalah meyakinkannya. Hu hu hu... jadi mesti gimana dooong? Sementara batas waktu vote tinggal sebentar lagi (Voting akan ditutup tanggal 11 November 2011). Hmm... sebenarnya itu terserah kita, sih. Mau kirim SMS atau telepon atau vote lewat internet, semua boleh kita lakukan. Sama seperti kita juga punya hak untuk enggak melakukannya. Yang penting, kita enggak perlu mengait-ngaitkan masalah voting Pulau Komodo ini dengan nasionalisme, seperti yang banyak digembar-gemborkan oleh sekumpulan orang belakangan.

Nasionalisme, sayangnya, enggak bisa dinilai dari berapa banyak SMS yang kita kirim. Atau berapa sering #ILoveIndonesia dan sebagainya jadi trending topic di Twitter. Karena kalau iya, bisa jadi kita adalah bangsa paling nasionalis di muka bumi ini, he he he. Nasionalisme, sama seperti ketika kita bilang "I Love You" ke cowok, enggak bisa dinilai cuma dari kata-kata. Harus ada bukti nyata, tindakan yang kita lakukan buat membuktikan seberapa cintanya kita sama Indonesia. Kalau enggak, jangan-jangan kita cuma gombal saja...

Untuk urusan komodo, nasionalisme kita bisa dinilai dari seberapa banyak informasi yang kita ketahui tentang binatang langka ini. Dan apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan komodo dan habitatnya. Misal, daripada liburan ke luar negeri, kenapa kita enggak ajak keluarga atau teman liburan di Pulau cantik ini? Dan pastikan kita enggak mengotori habitat mereka. Buat pemerintah, aksi cinta kepada komodo bisa ditunjukkan dengan memperbaiki infrastruktur di daerah tersebut. Coba bayangkan kalau komodo benar-benar menang di ajang N7W dan banyak turis asing (atau domestik) datang dan menemukan bahwa tempat ini ternyata enggak secantik yang ada di bayangan mereka. Misal, airport atau tempat-tempat akomodasi yang kurang layak. Pemerintah dan masyarakat juga harus sama-sama memastikan kelangsungan hidup binatang langka ini. Jangan sampai, kita cuma bangga sama komodo, tapi enggak peduli apakah mereka akan terus ada atau enggak.
 Cintai Indonesia, dukung Indonesia, dan lakukan sesuatu buat Indonesia.

No comments:

Post a Comment