Tuesday, November 8, 2011

Manis dan Sepet, IX A

Terima raport.
Jujur, dari dulu nggak pernah namanya takut waktu orang tua ngambil raportku. Nggak pernah takut sampe rumah terus dimarah-marahin orang tua. Tapi itu DULU, yahhh.. Semenjak masuk IX A, yang kata kelas unggulan, jadi kesannya disuruh berajang kompetensi. Okelah, kelas ini bisa memacu motivasi belajar tapi pie ya.. ngno kae lah pokoe. Raenak. Guru-guru jadi banding-bandingin sama kelas lain. "Liat tu 9A, kelas unggulan" tapi lain waktu "Katanya 9A? Manaa?!" Murid-muridnya juga sama aja, "Wuus sangar 9A" tapi lain waktu "9A kok remidi". Kalo muridnya sih gapapa, biasanya mereka cuma bercanda. Tapi gurunya.. hmm. Aku percaya niat mereka pasti baik -__- #menghibur diri. Mungkin disini aku egois, ya. Tapi berpendapat boleh kan?

Waktu orang tua ngambil raport, nggak tau kenapa aku nggak mau ketemu papaku. Bisa dibilang takut. Tapi nggak tau, nggak jelas, aku takut sapa apa yaaa -__-  Mungkin bisa aja nilaiku dibawah rata-rata kelas. Dan, bener ajaaa.. Sampe dirumah tadi mataku tertuju ke nilai Matematika. Rata-rata kelas 84,sekian dan nilaiku cuma 80. Holy *tuuuttttt* #spirit. Sementara nilai yang lain nggak ada yang remidi. Cukup memuaskan. Thx, God.

Disini aku nggak mau bisanya cuma mengkritik. Seperti yang tadi aku bilang.  9A bisa memicu motivasi. But, it's not because the teacher. Anak-anaknya asik, saling bantu dan bukan seperti yang kalian kira. Kumpulan anak nerd yang kancingnya sampe atas, pake kacamata super tebel, dll. Yahh, keep on grateful aja. Aku masuk 9A ini pasti Tuhan punya rencana. Let it flow, let it slow. Nggak peduli ranking. Yang penting aku uda berusaha maksimal. Itu aja titik.

No comments:

Post a Comment