Saturday, December 17, 2011

Untuk Dia yang Pernah Mengisi Hidup Saya

Yah, 'cause I have a lot of pressure here and dunno to tell with whom, so I better tell it with this blog. Capcus sesi curhat ya, Blog. 

***

Well, aku nggak tau kenapa salah satu mantanku (cuman dua kok) , beberapa hari yang lalu kembali mengontak. SMS, blablabla. Di sekolah juga nggak tau kenapa jadi sering ketemu. Dia nyapa, ngomong, bercandaan lagi. Hmm, menurut hemat saya, itu sesuatu yang baik. Tapi semacam kebetulan sekali, disaat saya sedang broken dia datang makjegagig. Ya, aku nggak mau mikir macem-macem. 

Nah, kemarin malem waktu aku lagi SMS sama dia, dia tanya relation-ku sama D(umb)I(nnocent)M(ottenhead)A(bsurd)S(illy). Aku bilang biasa aja. Tapi karena emang ada something wrong. Jadi ya aku cerita yang sebenernya. Rasanya awkward aja curhat sama mantan tentang orang lain yang kalian suka, yang posisinya me-replace dia. Terus entah berantah bagaimana datangnya, jadi sesi jujur-jujuran. Kaya mainan Jujur-Berani. Tapi untungnya kali ini nggak ngelakuin sama Gessa, Rya, dan kawan-kawan di kelas. Mati maluuuu. Ahh, intinya dia omongin gimana aku dulu dan so do I. Dia juga bilang gimana rasanya waktu denger kabar burung aku sama manusia absurd, si D(umb)I(nnocent)M(ottenhead)A(bsurd)S(illy). Ternyata banyak banget yang aku nggak tau . Kesannya bisa saling terbuka gitu lah.

Ya, dari situ mungkin saya jadi lebih tenang dan terhibur soal ke-broken-an saya kemarin. Sekarang ini saya ngelamun andaikan ada cowok yang kaya gitu, yang bikin nyaman dan bisa terbuka... selain dia

No comments:

Post a Comment