Tau, kan, rasanya menyayangi seseorang tapi nggak ada balesan? Apalagi orangnya malah suka orang lain. Kasarannya one-hand-clapped-love #hah? Ya, cinta bertepuk sebelah tangan. Rasanya tu kaya kejatuhan beras raskin berton-ton. Honestly, ini pertama kalinya aku ngerasain. Bukannya gimana-gimana. Tapi aku nggak pernah suka sama orang duluan. Pengalaman nggak elit. Yang ada dia suka duluan jadi aku ikutan suka. Tapi konotasinya nggak sesimpel itu, lho.
Mungkin kalo mengagumi orang, sering *plak* tapi buat menyukai secara lebih (taukan maksutku), itu datang seiring berjalannya waktu . Lama-lama appreciate aja sama perhatian mereka. Dibalik itu pasti juga filter mana bagus dan jeleknya mereka #jadi guru. Mungkin kesannya *apostrophe* negative gitu, ya? Nggak, bukan gitu.
Mungkin bener kata mbah buyut-mbah buyut Jawa "tresna jalaran seko kulina". Betewe, tau nggak, nilai bahasa Jawaku kemaren 78 -____- go to hell. Lupakan.
Mungkin kalo mengagumi orang, sering *plak* tapi buat menyukai secara lebih (taukan maksutku), itu datang seiring berjalannya waktu . Lama-lama appreciate aja sama perhatian mereka. Dibalik itu pasti juga filter mana bagus dan jeleknya mereka #jadi guru. Mungkin kesannya *apostrophe* negative gitu, ya? Nggak, bukan gitu.
Mungkin bener kata mbah buyut-mbah buyut Jawa "tresna jalaran seko kulina". Betewe, tau nggak, nilai bahasa Jawaku kemaren 78 -____- go to hell. Lupakan.
Kembali ke topik awal. Jadi jaman udah berubah, sekarang uda milenium ke 268 mungkin. Aku uda repot-repot
#ngomong sama kaca.

No comments:
Post a Comment