Tuesday, February 5, 2013

Antiklimaks

Pernah ngerasain rasanya sendirian? Seems like you have no one. No one. No. One. Saat temen, sahabat, orang tua nggak bisa ngerti apa yang kamu rasain sekarang. Atau mungkin nggak bisa dan nggak boleh tau. . .

Tahun ke 15 di hidup saya ini menyadarkan saya bahwa hidup itu kompleks. Hidup itu luas. Semakin lama saya hidup, semakin saya harus hidup dalam hidup itu sendiri. Hidup, bukan lagi digandeng Mama sampai gerbang TK. Bukan lagi saling berebut ayunan. Hidup adalah saat kamu dihadapkan pada kenyataan-kenyataan, yang kadang terlalu pahit untuk dinamakan kenyataan; sakit hati, kecewa, terabaikan. Sepintas mengeluh. Kadang selalu mengeluh berharap kapan mimpi buruk ini berakhir. Saat kita bertanya, Dia ada dimana? Dimana Dia saat kita membutuhkanNya? Tapi Dia seakan hanya melihat dari atas, bagaimana kita hidup. Dia membiarkan kita jatuh dan mengamati bagaimana kita berusaha berdiri lagi. Dia, bukan yang jahat. Dia hanya mengingatkan bahwa hidup tidak membiarkan satu pun umatnya tidak mencicipi hidup itu sendiri. 


***

Dan cinta? | "Ah, nak. Cinta hanya satu dari sekian cerita yang ditawarkan hidup. Ikuti saja

No comments:

Post a Comment